Wednesday, May 18, 2016

TANDA SALIB TANDA KESETIAAN IMAN

HARI RAYA TRI TUNGGAL MAHAKUDUS
Tahun C 2016


Pada hari Minggu 22 Mei 2016 Gereja merayakan HARI RAYA TRI TUNGGAL MAHAKUDUS, yaitu hari raya untuk mengingatkan kita akan SATU ALLAH DALAM TIGA PRIBADI. Ciri khas Orang Katolik kalau berdoa selalu menggunakan Tanda Salib. Bukan hanya saat Perayaan Ekaristi, melainkan juga dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Hanya yang menjadi pertanyaan kita bersama, apakah Tanda Salib yang kita gunakan sungguh disadari ataukah hanya sekedarnya? Kalau kita membuat Tanda Salib sambil menyebutkan “Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”, maka kita sudah menghadirkan dan menempatkan Allah TRI TUNGGAL MAHA KUDUS yang kita imani itu ke dalam hati dan segenap hidup bahkan aktivitas diri kita setiap saat. Kata “Amin“ yang kita katakan sesudah Tanda Salib, sesungguhnya mau mengatakan bahwa diri kita “setuju” dan “mengimani” apa yang sudah kita ucapkan. Sebagai konsekuensi, apa yang sudah kita ucapkan haruslah kita lakukan, sebab ini merupakan tanda bahwa kita menghadirkan Sang Kebijaksanaan dan Kerahiman Ilahi yang ada sejak semula (bdk. Amsal 8:22-31).


Dengan menggunakan tanda salib, kita juga mengalami kesatuan dengan Allah Tri Tunggal. Hubungan kita dengan Allah bukan lagi transenden atau jauh, melainkan imanen atau dekat seperti anak dengan Bapanya. Karena itu sudah sepatutnya Allah yang kita sapa Bapa itu menunjukkan cinta-Nya kepada kita melalui penyertaan Roh Kudus agar di dalam segala kesulitan dan kesengsaraan, kita beroleh ketekunan untuk mampu tahan uji. Dari situ lahirlah pengharapan akan keselamatan dan belaskasih Allah (bdk. Roma 5:1-5).

Dengan menggunakan tanda salib sebelum dan selesai melakukan segala sesuatu, mau mengatakan bahwa kita tetap mau setia kepada Allah yang kita imani yang senantiasa menuntun kita ke dalam hidup yang dijiwai dan diarahkan ke dalam segala kebenaran. Kebenaran itu berasal dari Allah. Maka, ketika kita dibimbing dan dituntun ke dalam kebenaran, itu berarti Allah ikut dan terlibat di dalam seluruh karya dan hidup kita. Kalau Allah mau terlibat, itu berarti kita sepenuhnya milik Allah dan hidup sebagai anak-anak Allah (bdk. Yohanes 16:12-15). (P. Dedy.S)

No comments:

Post a Comment